Minggu, 21 Desember 2008

4G di Indonesia kelak

Dengan mengandalkan jalur internet dan murahnya koneksi internet, tentu sangat menggembirakan dalam penggunaan teknologi 4G ini dalam berkomunikasi dibandingkan dengan teknologi komunikasi yang ada saat ini. Di masa yang akan datang, berkomunikasi akan dilakukan dengan menggunakan laptop, PC ataupun PDA yang mempunyai koneksi Wifi untuk menghubungkan ke internet, atau juga handset/ponsel tersendiri yang bisa terhubung ke internet. Ini akan menjadi suatu revolusi teknologi komunikasi yang besar dikarenakan akan terciptanya komunikasi yang murah bagi masyarakat.

4G yang akan berbasis jaringan IP sepenuhnya, kita tidak hanya dapat mengunduh satu film utuh ke dalam satu ponsel 4G ketika sedang bergerak, juga menyaksikan tayangan gambar televisi yang berkualitas tinggi (high definition TV content) dan menyaksikan lawan bicara kita yang terlihat jelas dan mulus geraknya, tidak tersendat-sendat seperti sekarang dengan 3G melalui video calling. Tidak hanya itu, kita juga dapat melakukan video chat dengan mudah. Juga fitur video conferencing yang bisa lebih dari 2 situs yang dilakukan secara simultan.

Dengan kata lain, trafik multimedia akan dominan pada penggunaan teknologi 4G di masa mendatang. Tentu saja browsing internet tanpa kabel akan makin lebih cepat dan makin menyenangkan tanpa terganggu dengan waktu tunda (delay time) karena masalah kongesti pada lalu lintas data di jaringan di masa kini akan teratasi dengan teknologi 4G. Yang paling menyenangkan karena biaya untuk menikmati fitur-fitur 4G itu diprediksi akan lebih murah daripada sekarang karena biaya untuk mengaplikasikan teknologi 4G akan lebih murah daripada teknologi 3G ataupun HDSPA (3,5 G).

1G, 2G, 2.5G, 3G dan terakhir 4G merupakan generasi teknologi yang digunakan pada infrastruktur selular. Secara sederhana dapat di identikan teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang menggunakan selular. Teknologi 2G, 2.5G dan 3G merupakan ISDN di selular. Intelligent Network (IN) secara sederhana merupakan inti dari infrastruktur telekomunikasi yang di operasikan oleh banyak operator telekomunikasi di Indonesia pada saat ini. Khususnya di dunia selular banyak bertumpu pada protokol SS7/IS-41/GSM MAP intelligent nodes.Teknik yang hampir sama juga berlaku untuk operator non-selular, seperti Telkom, Indosat & Satelindo.

Servis suara di 3G pada dasarnya sama dengan servis suara di ISDN. Handset digital selular pada dasarnya sebuah handset ISDN. Sayangnya, ISDN pada kenyataannya tidak berhasil dengan baik untuk mendeploy servis suara yang baru maupun integrasi data / suara. Kita cukup beruntung dengan adanya 3G ternyata membuka kesempatan untuk uji coba teknologi Internet seperti Session Initiation Protocol (SIP) maupun menggunaan IP v6 (saat ini semua ISP komersial di Indonesia menggunakan IP v4 yang lebih tua). Ujicoba untuk integrasi SIP & IP v6 ke dalam 3G di lakukan dalam inisiatif 3GPP.

SIP adalah protokol inti dalam internet telephony (http://www.iptel.org) yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol yang banyak di perdebatkan oleh operator, pemerintah & DPR pada hari ini. Ironisnya, internet telephony akan menjadi tulang punggung utama infrastruktur telekomunikasi tidak lama lagi. Gilanya, teknologi internet telephony memungkinkan pembangun infrastruktur telekomunikasi rakyat secara swadaya masyarakat (tanpa Bank Dunia, IMF maupun ADB) bahkan mungkin tanpa kontrol pemerintah sama sekali kalau saja kreatifitas anak bangsa tidak di pasung.

Untuk teknologi 4G, setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.

Hebatnya dengan teknologi SIP yang berada di belakang 4G, nomor telepon +62 21 123 5678 hanya lah subset, bagian kecil daripada pengenalan / identifikasi telepon. Sebagian besar identifikasi / penomoran telepon akan dilakukan menggunakan URL seperti sip:onno@indo.net.id …. Dengan bertumpu pada URL, dunia menjadi lebih menarik karena kita tidak perlu lagi tergantung pada nomor telepon yang di kuasasi pemerintah cq. POSTEL untuk berkomunikasi internet telepon. Kalau kita cukup “ jahat “, sebetulnya dalam banyak hal kita dapat menyelenggarakan sendiri infrastruktur internet telephony tanpa perlu tergantung pada ijin / lisensi pemerintah tanpa melanggar hukum, dengan software yang dibuat sendiri tanpa mengeluarkan banyak devisa. Sehingga tidak perlu kita mengeluarkan US$1000 / SST seperti yang di gembar gemborkan saat ini, jika saja kreatifitas anak bangsa tidak di matikan.

Semua teknologi yang di sebutkan di atas memang masih terus dalam pengembangan dan penyempurnaan. Ada beberapa organisasi Open Standar yang bertumpu pada Internet Engineering Task Force (IETF) http://www.ietf.org yang menjadi tulang punggung dibelakang semua kegiatan yang ada. Khususnya untuk internet telephony banyak di dorong oleh IPTel http://www.iptel.org dan SIP Forum http://www.sipforum.org.

Dengan teknologi 4G, praktis teknologi Intelligent Network (IN) yang pernah menjadi primadona infrastruktur telekomunikasi yang digunakan Telkom, Indosat, Satelindo dll menjadi kadaluarsa (obsolete). Bukan mustahil, tidak lama lagi (5-10 tahun lagi) habis sudah kejayaan infrastruktur telekomunikasi Telkom, Indosat dll yang banyak bertumpu pada teknologi yang berbasis pada berbagai standar ITU karena bersaing ketat dengan gerakan arus bawah yang menggunakan teknologi bawah tanah seperti SIP, MGCP, Megaco, RTP dll yang semua terbuka dan dapat di download secara gratis di Internet pada hari ini.

Semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan dapat membantu menjadikan masyarakat Indonesia yang melek teknologi telekomunikasi. Tetapi perlu diingat, adanya 4G tidak saja banyak menimbulkan aspek positif bagi masyarakat Indonesia, tetapi perlu ditekankan bahwa aspek negative yang ditimbulkan 4G bisa mematikan infrastruktur pemerintah yang telah ada dan diatur oleh negara. Apapun bentuk teknologi yang ada tetap harus dibawah pengawasan pemerintah agar tidak tejadi dampak negative yang lebih luas nantinya.

Sumber :
Wisnhu ajie , Onno W. Purbo

Apa sih 4G itu??

dekadenya selalu ada teknologi baru yang bisa kita nikmati fasilitasnya. Begitu juga halnya dengan teknologi komunikasi. Mulai dari awal kemunculannya hingga sekarang ponsel sudah banyak mengalami perubahan baik dari segi bentuk dan penampilan ataupun dari fasilitas yang diberikan.

Ponsel pada awalnya hanya digunakan untuk menelepon, namun kemudian ponsel dapat digunakan untuk pengiriman teks pendek (SMS), dan kini hampir semua produk ponsel memiliki fasilitas multimedia, mulai dari menampilkan foto, kamera digital,memainkan video musik, bahkan mengedit dan mengolah video. Dan dengan teknologi GPRS dan EDGE yang memungkinkan sebuah ponsel terhubung ke internet dengan nirkabel.

4G ...
Saat ini sudah mulai berkembang penggunaan ponsel dengan teknologi 4G. Bagaimana persiapan Indonesia menyambut teknologi baru ini? Mengingat saat ini penggunaan teknologi 3G juga belum begitu memasyarakat di kalangan pengguna ponsel di Indonesia.

Teknologi 4G (Fourth Generation) adalah teknologi kelanjutan dari proses perkembangan teknologi telepon seluler (mobile phone). Sebelumnya masyarakat telah sangat mengenal dengan teknologi 2G (Second Generation) yang sangat ngetrend dengan teknologi voice call dan SMS. Baru-baru ini masyarakat dikenalkan dengan teknologi 3G (Third Generation) dengan andalannya teknologi video call. Di generasi keempat (4G), masyarakat akan cenderung dibawa pada sebuah koneksi yang bisa selalu terhubung setiap saat. Atau bisa dijabarkan dengan istilah kapan saja, dimana saja dan bahkan dengan perangkat apa saja. Istilah 4G digunakan secara luas untuk menggabungkan beberapa macam sistem komunikasi broadband wireless access ke dalam sebuah sistem komunikasi dan bukan hanya sistem telepon seluler saja melainkan juga menunjang keberadaan fixed wireless network seperti Wi Fi (Wireless Fidelity) dan Wi Max (Wireless Metropolitan Access). Oleh karena itu, sistem 4G diharapkan menjadi sebuah sistem yang mampu menjembatani antara berbagai jaringan broadband wireless access yang telah ada di masyarakat secara seamlessly (tidak terasa proses perpindahan antar jaringan yang sedang digunakan) baik itu perangkatnya, jaringannya dan juga aplikasinya.

Menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) nama resmi dari teknologi ini adalah 3G and beyond. Perbedaan yang sangat menonjol dari teknologi komunikasi ini adalah seluruh jaringan yang digunakan adalah berbasis IP ( Internet Protokol ). Teknologi yang dipakai adalah Session Initiation Protocol ( SIP ) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force ( IETF ). Jadi, identifikasi atau pengenal dari setiap pengguna teknologi ini nantinya tidak akan menggunakan number seperti +62 21 xxxxxxxx, tapi akan berupa URL seperti sip:hadiiryana@contoh.com.

Kecepatan transfer data dari 4G ini bisa mencapai 54 Mbps, ini jauh lebih besar dari teknologi 3G yang hanya bisa mencapai 2 Mbps, ataupun HSDPA yang dikenal dengan 3,5 G yang hanya bisa mencapai 14,4 Mbps di jaringan GSM. Dengan besarnya kecepatan transfer data, hal ini akan akan terasa nyaman dalam melakukan video call ataupun mobile tv.

Senin, 08 Desember 2008

Mass Media In Next 20 Years

Seperti yang kita ketahui, media massa sangatlah berperan di dalam hidup kita bahkan sangat mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Secara tidak sadar kita menjadi tergantung akan sebuah media massa, karena media massa menyuguhkan banyak sekali informasi yang kita butuhkan. Kita sebagai masyarakat yang berkembang tentunya mempunyai banyak sekali pemikiran-pemikiran untuk membuat sesuatu hal yang baru, dalam hal ini adalah perkembangan media massa 20 tahun yang akan datang.

Dapat kita mulai dengan media surat kabar. kita tahu bahwa media surat kabar atau koran ini sangatlah penting untuk beberapa khalayak. Karena media ini adalah media yang terbaik dalam penyimpanan suatu informasi secara cetak atau tertulis. Informasi tak akan lekang akan waktu, tak akan hilang begitu saja. Koran dapat menyuguhkan informasi secara lebih rinci dan jelas akan suatu peristiwa dibandingkan dengan media lain, dan yang terpenting setiap orang punya akses untuk mendapatkan informasi yang ada di dalamnya, termasuk informasi di masa lalu. Dalam 20 tahun yang akan datang koran akan mengalami kemunduran yang sangat drastis. Koran akan mengalami degradasi dalam bentuk fisik. Ukuran koran akan semakin mengecil, informasi tak dapat diulas secara rinci. Hal ini terjadi karena semakin besarnya isu Global Warming sehingga penggunaan kertas akan sangat diperketat. Selain berkurangnya ukuran, koran juga akan mengalami penurunan jumlah pelanggan secara besar-besaran. Minat baca masyarakat semakin berkurang karena masyarakat relatif lebih menyukai hal-hal secara audio-visual, termasuk dalam hal mendapatkan informasi. Koran akan tetap bertahan meski mengalami perubahan yang sangat besar, tetapi koran tetap punya daya tarik untuk khalayaknya.

Radio sebagai media audio juga mengalami perkembangan, tetapi lebih mengarah ke arah positif. Radio yang saat ini punya cakupan wilayah siaran yang sempit, hanya lokal saja. Maka di masa yang akan datang radio akan punya cakupan wilayah yang sangat luas. Radio akan bisa di akses lewat satelit, radio akan menjadi media audio yang internasional. Tiap radio di tiap negara akan saling bertukar informasi secara global dan cepat. Radio akan semakin komersil karena jagkauannya yang lebih luas itu. Siaran radio suatu negara dapat dengan mudah didengar oleh masyarakat negara lain. Bahkan radio akan punya fasilitas billingual jadi kendala bahasa tak akan jadi masalah lagi. Tiap siaran radio dapat didengarkan dengan bahasa yang diinginkan oleh pendengarnya.

Sedangkan Televisi sendiri yang saat ini sebagai media nomor satu di dalam masyarakat akan berkembang semakin canggih. Televisi tak lagi menjadi suatu alat untuk menonton suatu acara tetapi juga dapat di built-in oleh vcd/dvd player, kamera, akses telepon secara audio-visual, akses internet dan berbagai kecanggihan yang lain. Televisi punya memory internal tersendiri sehingga dapat merekam tayangan yang kita lewatkan. TV juga akan punya sistem voice command, sehingga remote tak lagi digunakan, kita cukup memerintahkan televisi dengan suara kita. Televisi akan mengalami perubahan fisik, menjadi super size sehingga khalayak dapat melihat secara langsung dalam satu waktu dan tempat. bahkan televisi akan menjadi sangat kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana, pocket size.Televisi menjadi media yang dapat saling berinteraksi dengan yang lain. Televisi dapat menampilkan puluhan tayangan dalam satu waktu. Televisi menjadi industri yang sangat besar dan profitable. Hal ini akan mengubah banyak pola pikir masyarakat pada masa itu.

Internet sendiri akan semakin luas jaringannya. Semakin beragam bentuk-bentuk alat pengaksesnya. Internet akan dapat di akses secara cepat dari handphone, televisi dan alat elekronik lain yang dapat aplikasikan audio-visual. Internet akan semakin murah, WiFi akan menginfeksi semua udara di dunia sehingga internet bisa gratis.

Konvergensi Media pada Kapanlagi.com


Orang yang memproduksi content terutama untuk Internet, dan khususnya untuk World Wide Web, dapat dianggap bekerja untuk salah satu atau lebih dari empat jenis Jurnalisme Online yang tersebut di bawah ini.
Berbagai jenis jurnalisme online itu dapat ditempatkan di antara dua domain. Domain pertama, adalah suatu rentangan, mulai dari situs yang berkonsentrasi pada editorial content sampai ke situs-situs Web yang berbasis pada konektivitas publik (public connectivity).

Editorial content adalah teks (termasuk kata-kata yang tertulis atau terucapkan, gambar-gambar yang diam atau bergerak), yang dibuat atau diedit oleh jurnalis.
Sedangkan konektivitas publik dapat dipandang sebagai komunikasi ”titik-ke-titik yang standar” (standard point-to-point). Atau, bisa juga kita nyatakan sebagai komunikasi ”publik” tanpa perantaraan atau hambatan (barrier of entry), misalnya, hambatan dalam bentuk proses penyuntingan (editing) atau moderasi (moderation).

Domain kedua, melihat pada tingkatan komunikasi partisipatoris, yang ditawarkan oleh situs berita bersangkutan.
Sebuah situs dapat dianggap terbuka (open), jika ia memungkinkan pengguna untuk berbagi komentar, memposting, mem-file (misalnya: content dari situs tersebut) tanpa moderasi atau intervensi penyaringan.
Sedangkan komunikasi partisipatoris tertutup (closed) dapat dirumuskan sebagai situs di mana pengguna mungkin berpartisipasi. Namun langkah komunikatif mereka harus melalui kontrol editorial yang ketat.

1. Mainstream News sites

Bentuk media berita online yang paling tersebar luas adalah situs mainstream news. Situs ini menawarkan pilihan editorial content, baik yang disediakan oleh media induk yang terhubung (linked) dengannya atau memang sengaja diproduksi untuk versi Web. Tingkat komunikasi partisipatorisnya adalah cenderung tertutup atau minimal. Contoh: situs CNN, BBC, MSNBC, serta berbagai suratkabar online. Situs berita semacam ini pada dasarnya tak punya perbedaan mendasar dengan jurnalisme yang diterapkan di media cetak atau siaran, dalam hal penyampaian berita, nilai-nilai berita, dan hubungan dengan audiences. Di Indonesia, yang sepadan dengan ini adalah detik.com, Astaga.com, atau Kompas Cyber Media.

2. Index & Category sites

Jenis jurnalisme ini sering dikaitkan dengan mesin pencari (search engines) tertentu (seperti Altavista atau Yahoo), perusahaan riset pemasaran (seperti Moreover) atau agensi (Newsindex), dan kadang-kadang bahkan individu yang melakukan usaha (Paperboy). Di sini, jurnalis online menawarkan links yang mendalam ke situs-situs berita yang ada di manapun di World Wide Web. Links tersebut kadang-kadang dikategorisasi dan bahkan diberi catatan oleh tim editorial. Situs-situs semacam ini umumnya tidak menawarkan banyak editorial content yang diproduksi sendiri, namun terkadang menawarkan ruang untuk chatting atau bertukar berita, tips dan links untuk publik umum.

3. Meta & Comment sites

Ini adalah situs tentang media berita dan isu-isu media secara umum. Kadang-kadang dimaksudkan sebagai pengawas media (misalnya: Mediachannel, Freedomforum, Poynter’s Medianews). Kadang-kadang juga dimaksudkan sebagai situs kategori dan indeks yang diperluas (seperti: European Journalism Center Medianews, Europemedia). Editorial content-nya sering diproduksi oleh berbagai jurnalis dan pada dasarnya mendiskusikan content lain, yang ditemukan di manapun di Internet. Content semacam itu didiskusikan dalam kerangka proses produksi media. ”Jurnalisme tentang jurnalisme” atau meta-journalism semacam ini cukup menjamur.

4. Share & Discussion sites

Ini merupakan situs-situs yang mengeksploitasi tuntutan publik bagi konektivitas, dengan menyediakan sebuah platform untuk mendiskusikan content yang ada di manapun di Internet. Dan kesuksesan Internet pada dasarnya memang disebabkan karena publik ingin berkoneksi atau berhubungan dengan orang lain, dalam tingkatan global yang tanpa batas.

Situs semacam ini bisa dibilang memanfaatkan potensi Internet, sebagai sarana untuk bertukar ide, cerita, dan sebagainya. Kadang-kadang dipilih suatu tema spesifik, seperti: aktivitas anti-globalisasi berskala dunia (situs Independent Media Centers, atau umumnya dikenal sebagai Indymedia), atau berita-berita tentang komputer (situs Slashdot). 

Empat tipe jurnalisme online yang dikenal pada semua tingkatan menggunakan karakteristik utama lingkungan jaringan komputer tempat beroperasi: hypertextuality, multymediality dan interactivity. Ketiganya mempunyai tipe-tipe sendiri dalam status masing-masing.
Hypertextuality

Masalah dengan hypertex adalah bahwa hypertex menciptakan suatu sistem pengiriman untuk unit tertutup yang terpisah, sebuah sistem yang membolehkan hanya link yang erat menuju keluar. Apa yang harus disadari seseorang adalah bahwa teks saling berhubungan melalui link hyperlink dapat secara internal (dengan teks lain dalam satu domain) atau secara eksternal (dengan teks yang berada dimana saja di internet).
Hal tersebut adalah dua tipe hypertextuality yang sangat berbeda, ketika yang satu membuka isu baru, yang lain memutar isi. Jika sebuah situs hanya menyebutkan dokumen yang dapat ditemukan di situs tersebut, maka tidak ada jaringan di seluruh dunia, yang ada hanya dokumen dalam situs tersebut yang saling berhubungan.
Multymediality 

Jika multimedia digunakan tanpa pemikiran yang mempertimbangkan alasan kenapa digunakan atau mempunyai tata letak atau isi yang tidak bagus, dapat menyebabkan kegagalan estetis yang tidak ada gunanya yang tidak perlu menghabiskan bandwith. Dengan menerima sesaat bahwa bandwith dan hak cipta masih merupakan dua faktor struktural yang mengganggu kemajuan dan pengembanga multimedia, seseorang dapat mengamati masalah perusahaan media harus menggabungkan ruang wartawan tradisional mereka dengan team editorial web.
Interactivity 

Pilihan interaktif pada web site dapat dibagi menjadi tiga tipe atau bentuk: navigational interactivity (melalui tombol “Next Page” dan “Back to Top” atau scrolling menu bar), functional interctivity melalui direct mail to: links, Bulletin Board System (BBS) dan moderated discussion list. Berikut adalah langkah yang menunjukkan sejauh mana karakteristik pada keempat model jurnalisme online.


Karakteristik Jurnalisme Online

 ____________________________________________________________________
 Mainstream News Site|Index&Category Site|Meta&Comment Site|Share&Discussion Site
____________________________________________________________________
Hyper       | Internal             | External                 | External                 | External & Internal
textuality  
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Inter         | Navigational     |Navigational           | Functional              | Adaptive 
activity    
 -------------------------------------------------------------------------------------------------

Multi        | Convergent       | [none]                    | [none]                  | Convergent/Diconvergent
mediality  
 




Berdasarkan dari informasi diatas, kapanlagi.com kami golongkan pada mainstream news site karena telah memenuhi tiga karekteristik dari jurnalisme online. Kapanlagi.com sendiri merupakan situs yang memfokuskan pada berita selebritis dan intertaiment. oleh karena itu kapanlagi.com menyajikan berita-berita terbaru dan terpanas yang mengupas kehidupan para selebriti dan peristiwa-peristiwa yang menarik seputar selebriti serta panggung hiburan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Internal Hypertextuality disini diartikan bahwa kapanlagi.com memberikan sedikit hubungan kearah luar. Karena semua informasi yang dapat diakses oleh khalayak dalam bentuk teks saling berhubungan melalui link hyperlink dapat secara internal dengan teks lain dalam satu domain. Jadi teks yang dihyperlink tidak berhubungan dengan teks yang berada dimana saja dalam ranah internet. Misalnya, jika anda membuka situs www.kapanlagi.com, halaman yang anda lihat pertama kali adalah halaman HALO TAMU. dihalaman halo tamu atau halaman utama anda akan melihat menu atau layanan yang diberikan oleh kapanlagi.com. dan dibawah menu tersebut anda akan melihat ada tulisan yang warnanya biru dan bergaris bawah ( contoh : http://www.kapanlagi.com/a/0000006349.html yang bertuliskan Bangkitkan Kemabli Gairah Seks Dengan Berkencan ). Jika anda klik teks tersebut maka anda akan menemukan halaman tersebut dan masih pada domain yang sama yaitu Kapanlagi.com.

Navigational interactivity merupakan interaksi pada situs kapanlagi.com menggunakan scrolling menu bar. Dan di KL Forum dan KL Face membuat warga kapanlagi.com dapat berinteraksi dengan bisa memberikan comment bahkan chatting.

sedangkan convergent multimediality pada kapanlagi.com dapat dilihat dari penggabungan antara jurnalis tradisional kapanlagi.com dengan tim editorial Web. Bagaimana agar tulisan dapat bergerak dan berjalan, bagaimana gambar bisa bergerak dan mengeluarkan suara-suara tertentu merupakan konsep dari multimediality agar berita yang disajikan pun dapat menarik pembacanya.

Convergence Media

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa sejumlah perubahan kedalam masyarakat kita. Karena kemajuan teknologi sekarang inilah kita dapat memperoleh segala informasi dengan cepat dan lengkap dengan adanya jaringan komputer yang terhubung dari seluruh penjuru dunia, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan INTERNET. Informasi yang berkembang pun tanpa batas sehingga tidak bisa heran banyak sekali individu yang terkena terpaan arus informasi tersebut. Mekanisme baru dalam berkomunikasi dapat dilihat dengan penggunaan multimedia dimana teks, suara, gambar, dan grafis dapat diakses sekaligus kedalam seperangkat media. Hal inilah yang mendorong aktivitas dalam industri komunikasi. Sifat-sifat teknologi telekomunikasi konvensional yang massif telah digabungkan dengan teknologi komputer yang bersifat interaktif menghasilkan sebuah fenomena baru dalam dunia ICT yang disebut dengan konvergensi. Konvergensi menyebabkan perubahan yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi, dan pemprosesan seluruh bentuk informasi baik itudan sebagainya (Preston:2001).
Kuncinya adalah DIGITALISASI. Karena semua data yang semula bersifat analog kemudian dirubah ke dalam bentuk digital agar bisa dikirim melalui satuan bit ( binari digit ). Karena informasi yang dikirim bersifat digital, konvergensi mengarah pada produk-produk yang mampu melakukan fungsi audiovisual sekaligus komputasi. Contohnya seperti komputer yang juga bisa menjadi televisi atau teleponseluler dapat menerima suara, tulisan, data maupun gambar tiga dimensi ( 3G ). 

Dalam interactivity feedback, media konvergen memadukan ciri-ciri komunikasi massa dan komunikasi antarpribadi melalui satu media sekaligus. Karena itulah terjadi demasivikasi, yaitu kondisi dimana ciri media massa utama sebagai penyebar informasi secara massif pun lenyap. Penyebaran informasi pun menjadi semakin personal karena setiap individu mempunyai kebebasan untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan. Saat ini internet sudah tidak lagi menjadi alat komunikasi, tetapi sudah menjadi media tersendiri yang bahkan mempunyai kemampuan interaktif. Sifat pada penggunaan media konvergen telah melampaui kemampuan umpan balik atau karena seseorang pengakses media konvergen secara langsung memberikan umpan balik atas pesan-pesan yang disampaikan yang biasanya tertunda dalam komunikasi massa tradisional. 

Konvergensi media telah mengubah hubungan antara teknologi, pasar, industri, gaya hidup, dan khalayak. Tepatnya, konvergensi media telah mengubah pola-pola hubungan produksi-konsumsi penggunaannya berdampak serius pada berbagai bidang seperti ekonomi, politik, pendididikan, kebudayaan, dan hiburan. Perubahan ini ditandai dengan meningkatnya pengguna konvergen secara luar biasa. Selain itu, karena kemajuan teknologi informasilah biaya diperlukan intuk mendapatkan, mengolah, dan mengirim informasi pun menjadi murah dari tahun ke tahun. Hal ini tidak menutup kemungkinan media konvensional seperti media cetak misalnya akan mati di masa mendatang nanti akibat dari kebutuhan informasi yang sangat cepat dan up to date tdari individu-individu yang tidak bisa dipenuhi oleh media cetak karena keterbatasan yang dia punya. Selain itu, faktor alam pun menjadi salah satu alasan mengapa media cetak bukan tidak mungkin akan mati, karena di massa mendatang akan sulit untuk menyediakan pepohonan sebagai bahan dasar dari media cetak.

Voice over Internet Protocol (VoIP)

Merupakan suatu teknologi terbaru dalam bidang komunikasi lewat suara. suatu teknologi yang memungkinkan anda untuk membuat sebuah panggilan suara kepada orang lain melalui koneksi internet broadband. Dengan VoIP memungkinkan Anda untuk melakukan sebuah panggilan dan penerimaan suara,dari dan kepada orang yang menggunakan layanan yang sama. Anda dapat melakukan semua itu secara lokal interlokal maupun secara internasional.

Kini dengan banyak munculnya provider, memungkinkan Anda untuk melakukan panggilan darimanapun yang terhubung dengan internet ke telepon tetap, telepon bergerak, apalagi ke sesama komputer. Jadi dapat dikatakan bahwa jika ada penyedia layanan gateway atau server perantara, telepon dari VoIP ke mana saja bisa dilakukan. Kampus, sekolahan, dan perkantoran bisa melakukannya untuk mengirit biaya.

Di tingkat provider internasional, sekarang sudah puluhan hingga ratusan provider yang bisa digunakan untuk menelepon dari komputer atau dari telepon seluler yang mendukung koneksi internet. Dari banyak provider itu, secara prinsip menelepon dari komputer ke komputer benar-benar gratis. Sementara itu, menelepon ke telepon tetap dan nomor telepon seluler masih harus bayar.

Sederhananya adalah Anda harus punya sebuah telepon atau komputer yang terhubung dengan cable modem atau phone adapter sehingga anda dapat terhubung dengan internet. Tentunya anda membutuhkan sebuah provider sebagai gateaway agar Anda dapat melakukan panggilan ke sebuah telepon atau komputer yang tentu saja terhubung juga dengan internet. Dengan cara ini biaya panggilan dapat ditekan seminimal mungkin, karena internet adalah jalur yang relatif bebas biaya. Bahkan biaya panggilan dapat gratis, Anda cukup membayar biaya akses internet. Namun apabila anda dapat menemukan lokasi dengan WiFi maka dapat dijamin semuanya akan gratis, karena biaya akses internet sudah ditanggung penyedia WiFi.

Operator VoIP kini justru menjamur dan bahkan semakin melebarkan sayapnya dengan membangun komunitas online. VoIP telah menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi situs jaringan sosial. Karena itu pemerintah dan segenap masyarakat harus dapat menciptakan dan membangun akses komunikasi yang murah dan nyaman secara bersama-sama, contohnya seperti VoIP ini. Pemerintah dapat mulai berusaha mengedukasi masyarakat dan menyediakan akses internet yang baik. Dengan makin berpendidikannya masyarakat maka perkembangan masyarakat itu sendiri akan semakin baik, termasuk dalam hal komunikasi.